Latar Belakang

Rumput laut (seaweeds) atau yang biasa juga disebut ganggang (latin: algae) terdiri dari empat kelas, yaitu:
a)      Rhodophyceae(ganggangmerah)
b)      Phaeophyceae (ganggangcokelat)
c)      Chlorophyceae(gangganghijau)
d)     Cyanophyceae ( gangganghijau-biru)
            Tumbuhan ini bernilai ekonomis tinggi karena penggunaannya yang sangat luas dalam industri kembang gula, kosmetik, es krim, media cita rasa, roti, saus, sutera, pengalengan ikan/daging dan obat-obatan. Rumput laut sebagai salah satu komoditasu nggulan di bidang perikanan budidaya mempunyai peluang pasar ekspor yang "tidak terbatas", potensi sumberdaya lahan yang besar dan mudah dibudidayakan. Di samping itu, pengembangan usaha budidaya Rumput laut     dapat memberikan konstribusi dalam mengurangi pengangguran (pro-job),mengentaskan      kemiskinan (pro-poor), dan pertumbuhan ekonomi (pro-growth).Produksi Rumputlaut di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir meningkat cukup tinggi, dimana sampai dengan tahun 2005 mencapai sekitar 189 ribu ton atau meningkat rata-rata sebesar 56,2910 per tahun dalam periode lima tahunt erakhir.
 Rumput laut sebagai komoditas ekspor tersedia dalam berbagai bentuk antara lain: bahan baku untuk obat, kertas, kosmitik, makanan maupun produk olahan olahan lainnya.Rumput laut memiliki nilai jual yang semakin meningkat, dikarenakan kebutuhan pasar dunia yang masih minus 50% pada masa sekarang.Setiap kg rumput laut kering dapat dijual dengan harga antara Rp 3.000 hinggaRp 5.000 per kg.Dengan masa tanam yang relatif singkat sekitar 45 hari, panen 8 kali dalam setahun, hasil panen 5.000 kg / hektar, serta biaya produksi yang rendah, maka budidaya rumput laut sangat memberikan harapan penghasilan yang relatif cukup tinggi.Karena Sifatnya yang khas, maka Budidaya Rumput laut hanya mungkin dikembangkan di 9 Negara di dunia, dan salah satunya adalah Indonesia.Dalam beberapa waktu ke depan, rumput laut hanya akan diproduksi di Indonesia. Ini terkait dengan kualitas perairan di berbagai wilayah dunia yang kian menurun sehingga tidak layak lagi untuk budidaya rumput laut.Tak cumai tu, di beberapa negara yang selama ini dikenal sebagai produsen rumput laut dunia masih harus menghadapi  cuaca dan musim yang tak mendukung bagi produksi rumput laut. 
Indonesia beriklim tropis sehingga memungkinkan untuk budidaya rumput laut sepanjang tahun.Perairan  Indonesia  juga relatif masih bersih.Oleh karenanya Rumput laut merupakan salah satu komoditas strategisdalam program revitalisasi perikanan di samping udang dan tuna.Indonesia memiliki luas area untuk kegiatan budidaya rumput laut seluas 1.110.900 ha, tetapi pengembangan budidaya rumputlaut baru memanfaatkan lahan seluas 222.180 ha (20% dari luas areal potensial).Jenis rumputl aut yang banyak diminati pasara dalah jenis Euchemaspinosum, Euchema cottonii dan Gracilariasp.
            Rumput laut merupakan salah satu sumber devisa negara dan sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir. Selain dapat digunakan langsung sebagai bahan makanan, beberapa hasil olahan rumput laut seperti agar-agar, carrageenan dan alginate merupakan senyawa yang cukup penting dalam industri. Indonesia di samping mengekspor rumput laut juga mengimpor hasil-hasilolahannya yang dari tahun ketahun semakin meningkat jumlahnya.Sampai saat ini industri pengolahan di Indonesia yaitu agar-agar masih secara tradisional dan semi industri, sedangkan untuk carrageenan dan alganit belum diolah di dalam negeri .Guna meningkatkan nilai tambah dari rumput laut dan mengurangi impor akan hasil- hasilolahannya, pengolahan di dalam negeri perlu dikembangkan. Disini diuraikan beberapa proses pengolahan rumputlaut serta manfaat dari hasil-hasil olahannya. Rumput laut merupakan salah satu hasil perikanan laut yang dapat menghasilkan devisa negara dan merupakan sumber pendapatan masyarakat pesisir. Sampai saat ini sebagian besar rumput laut diekspor dalam ke adaan kering dan baru sebagian diolah menjadi agar-agar di samping dimakan sebagai sayuran.
            Dari kenyataan itulah, muncul suatu gagasan untuk mengangkat suatu forum ilmiah yang dimana forum ini akan diadakan secara nasional dan dari hal ini pula maka kita akan mendapatkan suatu informasi terbaru mengenai kemajuan-kemajuan aplikasi pemanfaatan rumput laut dalam bidang pangan dan kesehatan. Rumput laut mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi dan juga kandungan dari komponen rumput laut ini dapat berguna bagi suatu industri baik pangan dan kesehatan. Dari kegiatan seminar nasional yang bertemakan yaitu Aplikasi Pemanfaatan Rumput Laut dan Bahan Hayati Laut Dalam Bidang Pangan dan Energi ini di harapkan akan muncul gagasan-gagasan dan ide kraetif yang akan banyak mengangkat permasalahan tentang rumput laut. Potensi yang besar dari rumput laut ini, baik dari segi Ilmu pengetahuan dan dari segi kewirausahaan, membuat bidang rumput laut menjadi satu bidang yang akan terus berkembang dan tidak ada hentinya untuk di teliti dan di kembangkan. Dari seminar ini di harapkan akan muncul pemikir-pemikir dan peneliti-penelit i baru yang akan banyak memberi sumbangsihnya pada bangsa terutama di bidang rumput laut. Karena rumput laut meruapakn salah satu sumber daya hayati yang memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Produk-produk modifikasi dari rumput laut telah dikenal luas pemanfaatannya di berbagai bidang seperti Industr iPangan dan Energi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar